Peng-kabur-an Identitas


Banyak informasi dari media elektronik di Indonesia saat ini yang mengangkat perihal Hak Asasi Manusia. Ramai yang berbicara menuntut hak setiap insan atau manusia untuk hidup, hak manusia dalam berkeyakinan, hak manusia untuk mendapat perlindungan dan macam-macam hak lainnya.

Saya kutipkan pengertian Hak Asasi Manusia ini menurut mata pelajaran PPKn di zaman sekolah dulu:

Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya

Hak yang melekat pada setiap insan, kemudian kita diminta untuk menjunjung tinggi hak masing-masing insan. Sebenarnya pengertian disini sudah cukup jelas memberikan kebebasan untuk diri kita mempunyai identitas. Identitas sebagai umat salah satu agama, identitas sebagai bagian dari salah satu ras/suku, dan identitas kita sebagai warga negara.

Siapa sebenarnya yang tidak menjunjung tinggi hak asasi tersebut?
Siapa sebenarnya yang sering mengabaikan hak asasi tersebut?
Siapa sebenarnya yang merusak identitas yang dilindungi oleh hak asasi tersebut?

Pertanyaan demi pertanyaan ini berkelebat di dalam pikiran. Kenapa insan atau manusia yang diberikan hak, yang diberikan kebebasan untuk mempunyai identitas, tapi mereka sendiri yang tidak teguh memegang identitasnya. Sudah terlalu sering kita mencoreng hak asasi kita sendiri. Mengaku beragama Islam, tapi tidak menjalankan syariat Islam. Asal usul kita dari keturunan suku tertentu, namun tidak mengakui kita bagian dari suku tersebut. Jangan menuntut hak kita pribadi, jika kita sendiri tidak istiqomah dengan hak tersebut.

Apa pantas orang yang sering mengelabui identitas dan hak asasi dirinya sendiri, tapi dia juga yang menuntut hak asasi manusia?
Apakah tindakan meng-kabur-kan identitas diri ini juga bagian dari hak asasi manusia?

Ahh… Semakin banyak pertanyaan yang tidak ada jawabnya. Biarlah saya cukup menentukan identitas saya sendiri dan teguh dengan identitas tersebut, daripada saya disebut Islam KTP atau Urang Minang KTP.  ^_^

Pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan akan selalu muncul, sampai kita menemukan hakikat diri sebagai manusia – hamba Allah

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz Dzaariyat : 56)

 

Wallahua’lam bishawab

About Roland Yulianto
Setiap insan akan menjadi inspirasi, jika ia tulus memberikan cahayanya. Salah satu prinsip yang dipegang adalah "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya"

2 Responses to Peng-kabur-an Identitas

  1. Uda Bobik says:

    copas comment di fb lan.. ehehe.. ^^:

    ‎…maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS91: 8-10)

    mungkin inilah ujian muslim di akhir zaman lan, silau oleh dunia lupa dengan kenyataan (akhirat), terbuai pemikiran filsuf kafir dan merasa susah jika tuntunan akhirat (Al Quran) dibacakan, dan ghibah/fitnah menjadi sarapan pagi, santapan siang/sore di setiap rumah di Indonesia.. semoga Allah melindungi dari perbuatan orang yang merugi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: