Seharusnya Muslimin = Akhlak Mulia


Dunia dan pemberitaannya saat ini sangat mempengaruhi image dari Islam. Umat islam atau kaum Muslimin disebut sebagai kaum yang sangat keras dan suka peperangan. MasyaAllah, sebegitu dashyatnya pengaruh media ini menampilkan image kaum Muslimin. Namun apakah kita hanya akan menyalahkan media? atau memang kesalahan itu ada pada diri kita sendiri? Kadang diri kita sendiri berkata dengan bangganya bahwa kita adalah Umat Islam, kita adalah kaum Muslimin, tapi dengan bangga juga kita tidak melaksanakan shalat, puasa, ataupun berzakat. Na’udzubillah.

Pendapat saya pribadi, seharusnya kaum Muslimin berdiri sebagai orang-orang yang akan menciptakan kedamaian di lingkungannya. Perbedaan yang ada bukanlah menjadi berat jika kita pribadi adalah orang yang mempunyai akhlak. Saya pernah berada di lingkungan kerja yang mayoritas beragama lain, tapi hal ini tidak membuat saya dipandang menjadi orang kaku dan keras seperti yang dipahami oleh orang-orang lain. Rekan-rekan kerja saya sangat menghargai keyakinan saya. Tanpa bermaksud ujub dan riya, biasanya saya berusaha menjalani puasa senin-kamis, dan rekan kerja saya sangat paham akan hal ini. Suatu ketika, mereka akan mengadakan acara makan-makan satu departemen, dan dengan sengaja mereka memilih hari diluar senin dan kamis. Begitu menghargai dan perhatian mereka dengan apa yang saya yakini dan jalani. Padahal saya bukanlah orang yang kaffah menjalankan sunnah Rasulullah, namun berusaha untuk melakukan apa yang saya mampu.

Bayangkan jika setiap insan memperlihatkan akhlak yang mulia di lingkungannya, insyaAllah wajah kaum Muslimin akan berbeda di mata masyarakat non-muslim ataupun masyarakat muslim itu sendiri. Masyaallah wa barakallah.

Untuk itu saya sedikit ringkas beberapa kajian mengenai akhlak seorang muslim. Saya kutip lirik sebuah lagu yang menggambarkan dengan sederhana tentang perilaku seorang muslim.

Alangkah indah wajah-wajah para muslimin, Menjaga mata mulut dan hatinya
Cahya semerbak karna zikir di hidupnya, Tangan dermawan senyum di wajahnya

Dalam susah hidup alangkah tabahnya kawan, Tiada takut isi dalam dada
Ringan tangan pandangannya slalu terjaga, Setiap kata adalah mutiara

Mereka yang tak dilalaikan oleh dunia, Hanya Allah satu tujuannya
Diamnya zikir penuh dengan doa-doa, Setiap langkah adalah ibadahnya

Sangat sederhana kan. Betapa mulia seorang muslim yang pandangannya terjaga, zikir hati, dermawan, setiap ucapan adalah mutiara, dan banyak lagi hal-hal kecil dan sederhana yang seharusnya mampu untuk kita lakukan. Tapi kadang kita menganggap mengikuti syariat adalah berat. Berat itu karena pikiran dan tubuh kita saja yang masih ingin bebas tanpa aturan, alias masih ingin melakukan hal-hal diluar syariat. Karena memang setan menggoda manusia dengan kenikmatan dunia. Lakukanlah dengan ikhlas dan ringan hati hal-hal yang sederhana ini… =) insyaAllah Allah yang akan beri kenikmatan.

Inilah sebenarnya Islam, inilah seharusnya kekuatan kaum muslimin, Akhlak yang Mulia. Islam adalah agama akhlak, karena diantara tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam, selain untuk menegakkan Tauhid di muka bumi, adalah dalam rangka menyempurnakan akhlak umat manusia. Sesuai dengan hadits Rasul shallallahu’alaihiwasallam:

بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلاَقِ

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau, adz-Dzahabi dan al-Albani.

Begitu besarnya perhatian terhadap akhlak, Islam tidak hanya menjelaskan hal ini secara global, namun juga menerangkannya secara terperinci. Bagaimanakah akhlak seorang muslim kepada Rabbnya, keluarganya, tetangganya, bahkan kepada hewan dan tetumbuhan sekalipun.

Akhlak seorang muslim ini, sudah dicontohkan dengan sempurna oleh Rasullullah dalam semua lini kehidupan manusia. Allahumma sholli ’ala Muhammad.

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab: 21)

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)

Oleh karena itu cerminan keimanan seseorang pun akan terlihat dari akhlaknya dan seandainya ada seorang muslim yang sangat rajin ibadah, namun akhlaknya tidak terpuji, bisa jadi ada yang tidak sesuai tujuan ia beribadah dengan hakikat beribadah kepada Allah. Wallahua’lam.

Jadi bagaimana, sebagai muslim sudah siapkah menjadi “agent of moslem’s image” di setiap lingkungan kita?

About Roland Yulianto
Setiap insan akan menjadi inspirasi, jika ia tulus memberikan cahayanya. Salah satu prinsip yang dipegang adalah "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: