Akan Selalu Ada Hati yang Tertinggal


“Akan selalu ada hati yang tertinggal di kampung halaman.”

Kalimat ini tiba-tiba terlintas di dalam benak saya ketika melihat sebuah status dari seorang sahabat. Yup, saya mengerti akan selalu berat ketika kembali ke perantauan dan meninggalkan kampung halaman, meninggalkan orang tua, saudara, sahabat, dan meninggalkan semua kenangan yang pernah mengisi sebahagian hidup kita. Sah wala La, kata orang Arab, yang artinya betul apa tidak.

Merantau itu harus punya tujuan. Jangan sampai niat merantau tapi kita tidak punya tujuan yang jelas untuk apa. Jangan sekedar mengikut arus, padahal kita adalah nakhoda yang bisa mengatur jalan kita sendiri. Satu slogan yang sering saya tulis di note handphone, “merantau from zero to hero”, karena merantau itu niat saya untuk menjadi lebih baik, bukan hanya masalah materi, tapi juga secara mental dan pengetahuan. Apa jadinya kalau kita merantau, tapi tidak punya niat untuk menjadi lebih baik. Sama halnya dengan hijrahnya Rasulullah bersama Para Sahabat dari Makkah ke Madinah. Hijrah menuju kebaikan diri sendiri dan lingkungan. InsyaAllah.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia ‘kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
#Syair: Imam Syafi’i

Seperti inilah hidup di rantau, walaupun sudah memiliki sahabat, keluarga, ataupun kenangan-kenangan baru di perantauan, namun tak akan pernah lepas kenangan di tempat kita dibesarkan. Inilah sebenarnya pilihan berat untuk seseorang, yaitu meninggalkan sebuah zona kenyamanan, menuju suatu zona yang tak pasti. Pilihan hidup memang tidak mudah, tapi sebuah pilihan tetap harus dipertanggung jawabkan oleh diri kita sendiri. Memang antara hati dan realita tidak akan selalu sejalan seiring.

Dimana pun kita berada saat ini, insyaAllah akan selalu ada hati yang tertinggal di tempat kita berasal. Anugerah hati yang akan selalu membuat sekuntum rindu untuk kembali pulang.

Jeddah, 19 Rabi’ul Awal 1432

About Roland Yulianto
Setiap insan akan menjadi inspirasi, jika ia tulus memberikan cahayanya. Salah satu prinsip yang dipegang adalah "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya"

2 Responses to Akan Selalu Ada Hati yang Tertinggal

  1. adek says:

    =) sabar ikhlas smg jd obatnya. Semangat yah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: